9 Cara Mengatasi Utang secara Efektif

Kita semua tahu bahwa:

Lepas dari jerat utang bukanlah hal yang mudah.

Tapi, sulit bukan berarti tidak mungkin! Memang, utang adalah musuh terbesar dalam mengelola keuangan.

Mengatasi utang melibatkan tindakan “agresif” dan “pasif”. Agresif dalam melunasi dan pasif dalam anggaran.

Inilah 9 cara mengatasi utang yang bisa kamu coba.

debt and loan concept

1. Mengapa kamu masih memiliki utang?

Kamu harus mengetahui alasannya. Ada banyak alasan mengapa kamu masih memiliki utang:

  • Lupa membayar
  • Tidak mampu membayar
  • Ada kebutuhan darurat
  • Tidak hemat
  • Meminjam ke beberapa tempat sekaligus
  • Alasan lainnya

Yang manakah kamu?

Buatlah pengingat di komputer atau laptop, smartphone, kalender, atau catatan yang dipasang di pintu kulkas atau tempat lain yang sering dilihat.

Lingkari dengan spidol berwarna merah sehingga kamu ingat. Atau mintalah anggota keluarga untuk mengingatkan.

money and investment concept

2. Buat daftar utang secara rinci

Langkah selanjutnya adalah membuat daftar utang secara mendetail.

Apa saja yang perlu dicatat?

Jenis utang, suku bunga, pemberi pinjaman, waktu pembayaran.

Kamu bisa mencatat di buku kecil atau memanfaatkan aplikasi. Beberapa aplikasi yang bisa kamu gunakan:

Dengan daftar yang rinci, kamu bisa mengelola utang dengan lebih baik.

3. Prioritaskan pembayaran

Setelah membuat daftar, urutkan utang berdasarkan prioritas.

Mana yang harus dibayar lebih dulu?

  • Tips pertama: mengurutkan mulai dari suku bunga tertinggi hingga terendah.
  • Tips kedua: mengurutkan mulai dari jumlah utang tertinggi hingga terendah.

Berdasarkan kedua tips ini, prioritaskan pelunasan utang dengan bunga dan jumlah utang tertinggi.

Misalnya, kamu berutang di bank A dengan bunga 4% per bulan sebesar 1 juta dan di bank B dengan bunga 2% per bulan sebesar 3 juta. Meskipun suku bunga di bank A lebih besar, tapi bunga yang harus kamu bayarkan ke bank A adalah 400 ribu dan ke bank B adalah 600 ribu.

Manakah prioritas pertamamu?

Tentu saja utang ke bank B karena bunganya satu setengah kali lipat bank A.

Jika kamu tidak bisa melunasi semua utang, sisakan jumlah utang terkecil dengan bunga terendah. Jadi, jangan hanya memperhatikan suku bunga, tetapi juga jumlah utang.

Kalau kamu meminjam dari bank atau institusi keuangan, usahakan untuk cepat melunasinya. Kalau kamu meminjam dari orang lain, kamu bisa melakukan negosiasi perpanjangan waktu pelunasan.

Daftar prioritas merupakan cara mengatasi utang yang sederhana tapi efektif.

give debt in euro

4. Jangan menggali lubang untuk menutup lubang

Pernah mendengar pepatah ini?

Artinya, jangan berutang untuk membayar utang. Apa gunanya melunasi utang jika kamu berutang lagi?

Mungkin kamu pernah berpikir untuk meminjam utang dengan bunga lebih rendah untuk membayar utang dengan bunga lebih tinggi. Secara logika, pemikiran ini benar. Tapi, usahakan untuk tidak melakukannya.

Mengapa? Karena lingkaran “setan” itu tidak akan berakhir.

Daripada meminjam utang di tempat lain, fokuslah mengumpulkan uang untuk membayar utangmu saat ini. Kamu bisa mencari pekerjaan tambahan atau menjual barang bekas dan tidak terpakai.

5. Gunting saja kartu kreditmu

credit card

Salah satu sumber utang terbesar adalah kartu kredit. Jika kamu tidak melunasi tagihan kartu kredit, bank akan membebankan bunga yang tinggi.

Buang jauh-jauh kartu kreditmu.

Kamu bisa:

Memblokirnya. Mengguntingnya jadi dua atau beberapa bagian.

Sepertinya ekstrem, tapi cara ini terbukti ampuh untuk mencegahmu berutang lagi.

Dengan menghindari kartu kredit, tagihanmu tidak akan bertambah. Selain itu, kamu bisa menghindari godaan belanja tanpa uang tunai.

6. Kenali kapan harus berutang dan membayar

Jadi, kapan kamu harus berutang?

Kamu boleh berutang asalkan mampu membayarkan nominal yang dipinjam plus bunga di waktu yang tepat.

Tapi, kamu tidak harus berutang kecuali perlu dan mendesak.

  • Langkah pertama: Ketahui pemasukanmu. Jika penghasilanmu sebulan sebesar 2 juta, kamu akan kesulitan mengembalikan utang sebesar 1 juta plus Apalagi, kamu masih harus memenuhi kebutuhan bulanan.
  • Langkah kedua: Ketahui sisa pendapatanmu atau keuntungan bisnis. Untuk tahu apakah kamu mampu berutang atau tidak, cari tahu sisa pendapatanmu atau keuntungan bisnis.

Sisa pendapatan = pemasukan – kebutuhan bulanan tetap

Setidaknya, jumlah utangmu tidak boleh lebih dari sisa pendapatan maupun keuntungan bisnis. Jika lebih, carilah suku bunga yang lebih rendah.

  • Langkah ketiga: Perhatikan waktu jatuh tempo. Apakah kamu bisa mengembalikannya dalam periode yang ditentukan?

Misalnya, kamu meminjam 5 juta untuk bisnis dengan jangka waktu 30 hari. Pastikan kamu bisa memperoleh omzet dan keuntungan lebih dari 5 juta dalam waktu 30 hari. Jangan meminjam sebelum kamu memperhitungkan hal ini.

Jadi, kamu harus mengetahui kemampuan membayarmu dengan baik.

Jangan meminjam lebih dari yang bisa kamu bayarkan. Kecuali dalam keadaan darurat.

budget planing

7. Anggaran adalah kuncinya

Ada banyak cara untuk mengelola anggaran. Salah satunya adalah dengan mengevaluasi pemasukan dan pengeluaran.

Berapa pemasukanmu? Apakah sebanding dengan pengeluaranmu?

Jika pengeluaran lebih besar, cobalah mencari tahu apa yang membuat pengeluaranmu besar. Daftar pengeluaran adalah cara tercepat untuk mengetahuinya.

Kemudian, kurangi anggaran untuk kebutuhan hiburan dan rekreasi, seperti makan di luar, menonton di bioskop, dan lainnya. Hanya kamulah yang bisa menentukan kebutuhan primermu.

Boros pangkal miskin!

Agar tidak boros, selalu buatlah anggaran mingguan atau bulanan.

Jangan tergoda untuk membeli ini dan itu. Sesekali tidak apa-apa, tapi jika terlalu sering, pengeluaranmu akan membengkak.

Anggaran untuk kebutuhan darurat?

Sisihkan sebagian penghasilanmu setiap hari untuk kebutuhan ini. Mungkin saja anggota keluargamu tiba-tiba sakit dan membutuhkan obat atau perawatan di rumah sakit. Jadi, kamu tidak harus mengandalkan rentenir dan bank untuk menutup biaya sepenuhnya.

Untuk mengelola anggaranmu, bacalah artikel ini. Dan, cobalah beberapa aplikasi keuangan yang tersedia online:

Aplikasi ini bisa membantumu menyusun dan mengategorikan pemasukan, pengeluaran, tagihan, atau urusan keuangan lainnya.

8. Negosiasi dengan pemberi pinjaman

Terkadang, pemberi pinjaman memberikan keluwesan pembayaran. Baik dalam hal pemotongan bunga maupun perpanjangan jatuh tempo.

Jika memungkinkan, cobalah bernegosiasi dengan pemberi pinjaman.

Tapi, cara mengatasi utang ini hanya efektif jika kamu memiliki alasan yang kuat.

Tentunya, pemberi pinjaman tidak mau memberikan kelonggaran kalau kamu sengaja menghindari membayar.

9. Jangan berutang lagi!

Inilah cara terakhir sekaligus cara terpenting untuk mengatasi utang.

Meskipun kebutuhanmu banyak, jangan berutang!

Utang hanya akan menambah beban biaya bulananmu. Daripada berutang, kamu bisa menghasilkan uang tambahan dari pekerjaan sampingan.

Atau, kamu juga bisa memanfaatkan tabungan atau aset yang dimiliki. Misalnya, juallah barang yang sudah tidak terpakai atau bernilai tinggi.

Salah satu ide bagus adalah menjual barang bekas secara online maupun offline.

Pakaian, furnitur, tas, sepatu, apa pun!

Jika harganya miring, pasti banyak peminatnya. Kamu bisa menjualnya di marketplace seperti:

Mungkin memang tidak banyak, tapi setidaknya bisa mencegahmu berutang atau mengurangi beban utang.

Itulah 9 cara mengatasi utang secara efektif. Mengatasi utang tidak bisa dilakukan dengan segera, tapi perlahan-lahan.

Jadi, apa kamu sudah siap untuk membebaskan diri dari utang? Semoga berhasil!

9 Cara Mengatasi Utang secara Efektif