9 Cara Mengelola Keuangan secara Efektif

Banyak orang kesulitan mengelola keuangan. Kamu harus cerdas dalam mengelola keuangan.

Jangan sampai kamu tidak makan di akhir bulan!

Inilah 9 cara mengelola keuangan secara efektif.

save money

1. Melacak pendapatan dan pengeluaran

Langkah pertama untuk mengelola keuangan adalah mengetahui pendapatan dan pengeluaranmu. Tanpa perkiraan pendapatan dan pengeluaran, kamu akan kesulitan mengelola uang.

Biasanya, melacak pendapatan jauh lebih mudah daripada pengeluaran. Sediakan buku catatan pengeluaran atau catatlah semua pengeluaran di smartphone-mu.

Makan di luar, nongkrong bersama teman atau rekan kerja, membeli kebutuhan pribadi dan rumah tangga, membayar ongkos transportasi, hingga membeli pulsa dan kuota internet: Catatlah dengan detail semua pengeluaranmu.

Tips untuk melacak pengeluaran:

  • Siapkan buku catatan pengeluaran yang kecil, praktis, dan mudah dibawa.
  • Jika kamu malas membawa buku, manfaatkan beragam aplikasi pengelola keuangan yang ada.
  • Biasakan mencatat pengeluaran di hari yang sama agar tidak lupa.

Jadi, kamu bisa melacak ke mana uangmu pergi.  Lalu, di akhir bulan, kamu bisa membandingkan pendapatan dan pengeluaranmu lalu menganggarkan untuk bulan depan.

Inilah sederet aplikasi pengelola uang yang bermanfaat:

budget planing

2. Memperhatikan dan membayar tagihan

Tagihan adalah salah satu tantangan dalam mengelola uang. Sering kali, kita tidak sadar bahwa tagihan menumpuk: tagihan listrik, air, pulsa, kredit, dan lainnya.

Hati-hati, jangan sampai perkiraan tagihanmu meleset. Selalu catat tagihan harian atau bulananmu, sehingga kamu bisa menyisihkan uang untuk membayarnya.

Pastikan kamu tidak terlambat membayar, apalagi tagihan yang berbunga seperti kredit. Jika kamu tidak sanggup membayar semua tagihan sekaligus, gunakan tip ini: buatlah daftar tagihan yang harus dibayar terlebih dahulu.

Mulailah dari tagihan dengan bunga tinggi, kemudian tagihan kebutuhan sehari-hari seperti air dan listrik, dan sisanya.

Jika kamu kesulitan mengatasi tagihan, bacalah artikel ini untuk membantumu.

3. Membuat daftar pembelian

Prioritaskan apa saja yang perlu kamu beli. Daftar pembelian sangat penting untuk mencegahmu membeli barang yang tidak-tidak. Mungkin saja kamu berniat membeli makanan instan saat ke toko, tapi akhirnya membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan.

Jadi, buatlah daftar keperluan harian, mingguan, atau bulananmu. Lalu, urutkan mulai dari kebutuhan yang paling mendesak. Tahan dirimu untuk tidak membeli barang yang tidak mendesak.

Jangan lupa menyisihkan sebagian kecil anggaranmu untuk kebutuhan darurat, seperti obat-obatan saat sakit atau biaya tidak terduga lainnya.

shopping

4. Membandingkan produk dan diskon

Jadilah seperti ibu-ibu. Bandingkan produk yang dijual online dan offline atau di beberapa tempat berbeda. Kalau kamu malas, kini sudah banyak website yang membandingkan harga produk tertentu.

Misalnya:

Selain perbandingan harga, kamu juga perlu mencari informasi diskon, voucher, dan promosi.

Jelilah dalam membeli sesuatu. Misalnya, website e-commerce A memberikan cashback 15% untuk pembelian pulsa.

Maka, belilah pulsa untuk kebutuhan di masa mendatang meskipun kamu belum membutuhkannya sekarang.

Kunjungi website dan aplikasi berikut:

Beberapa website dan aplikasi bahkan menawarkan cashback rutin seperti Shopback (Android) dan Hadiah. Kamu juga bisa memanfaatkan cicilan tanpa bunga di Akulaku (website, Android, iOS) jika benar-benar membutuhkan.

Dengan perhitungan yang tepat, kamu bisa memanfaatkan cara mengelola keuangan ini dengan baik.

5. Barang baru vs barang bekas

Barang bekas tidak selalu “bekas”. Terkadang, membeli atau memanfaatkan barang bekas bisa menghemat banyak uang. Misalnya, daripada membeli baju baru yang mahal, kamu bisa memakai baju baru kakak atau orang tuamu yang sudah tidak dipakai.

Atau, kamu bisa membeli mobil bekas yang jauh lebih murah daripada mobil baru.

Buang jauh-jauh gengsimu. Memang barang yang baru lebih menarik dan menggiurkan. Tapi, jangan berpikir bahwa semua yang baru selalu lebih baik daripada yang bekas.

Selama masih bisa digunakan dengan baik, tidak ada salahnya kan menggunakan barang bekas?

6. Menabung, menabung, menabung!

Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Pepatah beken ini sudah sangat akrab di telinga. Kita pun sebaiknya menerapkannya dalam mengelola uang.

Sisihkan sedikit penghasilanmu setiap hari, misalnya 10 atau 20 ribu rupiah. Kelihatannya sedikit, tapi setelah sebulan, kamu akan mendapatkan 300 atau 600 ribu rupiah.

Pria ini misalnya, mengumpulkan belasan juta dengan puasa rokok. Setiap harinya, suami dari Dita Sari Wootekh menyisihkan 20 ribu uang rokok untuk ditabung. Setelah dua tahun, keluarga ini bisa membeli motor baru.

Inspiratif, bukan?

7. Kartu kredit adalah godaan buruk

Banyak orang berpikir bahwa kartu kredit adalah penyelamat karena banyak diskon dan bisa dicicil. Jawabannya adalah ya dan tidak. Ya jika kamu bisa memanfaatkannya dengan baik dan membayar tepat waktu.

Tidak jika kamu tidak mampu melunasinya.

Hindari kartu kredit. Mengapa?

Banyak orang kesulitan melacak dan menghentikan kebiasaan menggesek kartu kredit mereka. Setiap kali pergi, mereka menggesek, menggesek, dan menggesek kartu kredit. Tidak terasa, tagihan kartu kredit menumpuk.

Kalau kamu mampu membayarnya, tidak masalah. Tapi kalau tidak, tagihanmu akan semakin membengkak dengan bunga kredit yang tinggi.

Jadi, mengelola keuangan pun lebih mudah tanpa kartu kredit. Beberapa orang memblokir bahkan menggunting kartu kredit mereka untuk menghentikan kebiasaan buruk ini.

credit cards

8. Koleksi rekening bank

Lebih tepatnya, miliki minimal 2 rekening bank. Memisahkan uang untuk beragam keperluan adalah cara mengelola keuangan yang cerdas.

Kamu bisa membuka 2 rekening bank atau lebih. Misalnya, rekening A untuk keperluan rumah tangga dan rekening B untuk tabungan. Jika kamu sering menggunakan rekening untuk bertransaksi jual beli sebagai penjual, kamu bisa membuka rekening C. Saat kamu butuh membeli sabun, gunakan rekening A dan simpan baik-baik rekening B dan C.

Peganglah komitmen untuk tidak menggunakan rekening tabungan untuk keperluan lainnya, kecuali dalam keadaan darurat atau mendesak.

Kalau kamu merasa bunga bank terlalu tinggi, pilihlah jenis tabungan dengan bunga rendah atau tanpa bunga. Sekarang ini, sudah banyak jenis tabungan tanpa bunga yang bisa dipilih.

9. Investasi cerdas

Tidak semua orang berkesempatan untuk berinvestasi. Tapi, kalau kamu punya sisa tabungan yang tidak digunakan, tidak ada salahnya mencoba. Daripada dianggurkan di bank, kamu bisa membeli barang investasi.

Tapi, perhatikan! Pintar-pintarlah memilih investasi.

Ada banyak investasi bodong atau penipuan yang bisa menggerus tabunganmu. Carilah investasi yang aman meskipun tidak terlalu menghasilkan.

Nah, itu tadi 9 cara mengelola keuangan secara cerdas dan efektif. Tentunya sembilan cara ini tidak akan sepenuhnya efektif jika kamu tidak memiliki komitmen yang kuat.

Bagaimana caramu mengelola keuangan dengan baik?

9 Cara Mengelola Keuangan secara Efektif